Friday, February 6, 2009

Mabit dan Melempar Jumroh di Mina

Bus yang saya tumpangi mencari jalan tikus agar bisa masuk ke dekat Maktab 106 di Mina, tempat saya untuk Mabit. Alhamdulillah akhirnya, Bus kami diperbolehkan masuk melalui terowongan Mina dan berhenti tidak jauh dari Maktab. Hari itu, kami akan melakukan lempar jumroh Ula, Wusta dan Aqabah yang pertama dan kedua.

Mina adalah sebuah hamparan padang pasir yang panjangnya sekitar 3,5 km, terletak di kawasan berbukit-bukit antara kota Mekah dan Muzdalifah. Saat ini dengan adanya pertumbuhan penduduk dan perluasan kota, kedua kota Mina dan Mekah sudah bersambung.


View Mina - Mekah - Arab Saudi in a larger map

Mina oleh orang-orang Arab disebut dengan nama Muna, yang berarti pengharapan. Menurut riwayat, di Mina inilah hati Nabi Adam dibisiki bahwa Dia memperoleh harapan, setelah 200 tahun berpisah, akan bertemu dengan istrinya Hawa. Dan dengan izin Allah, Adam beberpa hari kemudian memang benar-benar bertemu dengan Hawa yaitu di Jabal rahmah, sebuah bukit kecil di padang Arafah.

Kami tinggal di Tenda yang cukup luas dan Ber-AC. Alhamdulillah makanan dan minuman tersedia lebih dari cukup. Untuk Kamar Mandi, kita memang diharuskan antri karena jumlahnya terbatas.



Suatu keajaiban, meskipun jumlah jamaah haji selalu bertambah, bahkan saat itu mencapai 3 juta, Mina selalu dapat menampung. Hal ini dijamin dan disabdakan oleh Rosullah: "Sesungguhnya Mina itu seperti Rahim yang mana ketika terjadi kehamilan diluaskan oleh Allah SWT". Maka kita tidak perlu khawatir kehabisan atau tidak mendapat tempat di Mina pada waktu Haji.







No comments :

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *