Tuesday, August 25, 2009

Musee du Louvre - Museum Terbesar di Dunia

Musee du LouvreMusee du Louvre adalah museum terbesar di dunia yang dibanun pada abad pertengahan. Museum ini secara lengkap mengabadikan 100 tahun perjalanan sejarah Prancis.

Jacques Chirac, mantan walikota Paris, sewaktu menjabat perdana menteri merasa prihatin akan Istana Louvre. Istana Louvre, ia lihat, kalah pamor dengan Menara Eiffel. Akibatnya, istana itu sepi pengunjung.


Istana Louvre diubah menjadi museum usai Revolusi Prancis. Luasnya lebih kurang 198.000 meter persegi atau setengah Kota Vatikan. Inilah tempat paling bersejarah di Prancis. Pada bagian timur dan selatan kompleks istana itu, itulah Musee du Louvre berada. Musse des Arts Decorative berada di Pavillon de Marsan, sebagai museum untuk seni kerajinan tangan. Orang yang berjasa dalam pembangunan atau penyempurnaan Louvre ini, di antaranya Francois I dan Henry II (1546-1559), Catherine de Medici (1559-1572), Henry IV (1594-1610), Louis XIII (1624-1627), Louis XIV (1659-1673), Napoleon I (1808-1814), dan Napoleon III (1852-1868).



View Musee du Louvre - Paris - France in a larger map


Museum Louvre ini memiliki sekitar 300.000 karya seni. Lukisan merupakan salah satu ruang, di samping empat ruang lainnya yang menyimpan barang seni dari kawasan Timur, Yunani-Romawi, Mesir, dan ruang seni patung. Cara masuk ke museum itu cukup unik. Di lapangan bagian dalam komplek Istana Louvre terdapat bangunan berbentuk piramida kaca, yang dikelilingi kolam dan air mancur. Dari pintu ini, dengan eskalator, calon pengunjung dibawa ke lantai bawah tanah dengan desain bangunan modern.


Pintu bernama Sully dan Denon akan membawa wisatawan ke seksi lukisan. Di sinilah terkumpul ratusan lukisan. Dari lukisan seukuran "satu rumah" sampai yang berukuran dua halaman buku gambar. Koleksi terbanyak, himpunan lukisan dari sekolah seni rupa Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, dan Belanda—tentu saja lukisan tempo doeloe.


Selain itu, Louvre juga menjadi galeri raksasa karya masterpiece, misalnya lukisan J.L. David berjudul Potrait of Madame Racamier serta lukisan Monalisa dan The Virgin of the Rock karya Leonardo da Vinci.



Ide Jacques Chirac baru terwujud pada 1981, dengan menambahkan piramida kaca yang megah—rancangan arsitek Amerika bernama I.M. Pei. Di bawah kompleks Museum de Louvre, dibangun sebuah area perbelanjaan dan area convention yang memiliki fasilitas canggih. Mulai dari pintu dengan kode sidik jari hingga akses internet nirkabel.
Piramida itu menjadi jalan masuk menuju museum. Anda cukup turun menggunakan lift, berkeliling di bawah piramida, lalu memasuki lorong menuju ke atas, tempat Musee du Louvre berada. Pusat perbelanjaan dan pintu masuk museum itu dapat diakses langsung dari Jalan Rue du Rivoli. Di dalam pusat perbelanjaan terdapat miniatur piramida kaca yang dipasang terbalik yang disebut dengan la Pyramide Inversee.


Kedua gedung itu saling melengkapi: seperti buah karya peradaban modern yang melengkapi gedung kuno. Gedung yang baru itu seperti memberi daya magnet yang kuat, yang membuat gedung kuno menjadi daya tarik wisatawan, yaitu sebanyak 30 ribu wisatawan dalam sehari.







No comments :

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *