Saturday, June 12, 2010

Hudaibiyah - Salah Satu Tempat Bersejarah Bagi Kejayaan Islam

Masjid Hudaibiyah
Kami turun dari bis di halaman parkir Masjid Hudaibiyah. Di tempat ini adalah salah satu tempat Miqat untuk melaksanakan ibadah Umroh. Masjid sederhana ini, air-nya asin, karena tidak melalui proses penyulingan air laut menjadi air tawara, jadi asli langsung dari dalam tanah yang masih kena pengaruh air laut.

Seperti dikutip dari Harian Pikiran Rakyat Bandung, Hudaibiyah merupakan pintu masuk kecemerlangan kaum Muslimin dalam menaklukkan Mekah (Fathul Makkah). Pada 628 Masehi, sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekah melaksanakan ibadah haji. Meski kedatangan ke Mekah untuk berhaji, tetapi kaum Quraisy menyiagakan pasukannya untuk menahan kaum Muslim agar tidak masuk ke Mekah. Pada waktu itu, bangsa Arab benar-benar bersiaga terhadap kekuatan militer Islam yang sedang berkembang.

Melihat kondisi seperti itu, Nabi Muhammad mencoba agar tidak terjadi pertumpahan darah di Mekah, karena Mekah adalah tempat suci. Akhirnya kaum Muslim setuju bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang. Kejadian ini dituliskan pada surat Al-Fath ayat 4.

Nabi membaiat kepada kaum Muslimin agar tetap setia kepada Islam yang dinamakan Baiat Syajarah (baiat di bawah pohon). Apalagi muncul isu bahwa "diplomat" yang dikirim Nabi Muhammad, yakni Utsman Bin Affan, dibunuh kaum Quraisy sehingga sempat terjadi ketegangan.

Garis besar Perjanjian Hudaibiyah yang ditandatangani Nabi Muhammad dan Suhail bin Amni, perwakilan Quraisy, adalah tidak ada peperangan dalam jangka waktu sepuluh tahun. Siapa pun yang ingin mengikuti Muhammad diperbolehkan secara bebas, demikian pula sebaliknya. Seorang pemuda yang masih ber ayah atau berpenjaga, jika mengikuti Muhammad tanpa izin, maka akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Namun, bila seorang mengikuti Quraisy, ia tidak akan dikembalikan. Tahun ini Muhammad akan kembali ke Madinah, tetapi tahun depan, mereka dapat masuk ke Mekah untuk melakukan tawaf selama tiga hari. Selama tiga hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit.

Puing-puing Bekas Rumah Penduduk Hudaibiyah

Meski sebelumnya diprotes kaum Muslimin, temyata Perjanjian Hudaibiyah banyak memberikan manfaat, seperti bebas dalam menunaikan ajaran Islam karena tidak ada teror dari Quraisy. Islam pun menyebar ke kerajaan-kerajaan luar, seperti ke Benua Afrika. Perjanjian Hudaibiyah temyata dilanggar oleh Quraisy, tetapi kaum Muslim bisa membalasnya dengan penaklukan Mekah (Fathul Makkah) pada tahun 630 Masehi.






No comments :

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *