Manasik Umroh Manajemen Qolbu Menuju Ketaatan dan Keberkahan



Hari Minggu lalu sekitar jam 7, kami berbegas menuju Menara 165 Jakarta untuk mengikuti Manasik Umroh oleh oleh PT. Manajemen Qolbu Tauhid atau MQ Travel sebagai persiapan untuk ibadah Umroh ke Tanah Suci yang insyaallah kami sekeluarga akan berangkat pada tanggal 15 Desember 2016.

Manasik yang mengambil tema "Umroh Manajemen Qolbu Menuju Ketaatan dan Keberkahan" tersebut dimulai sekitar jam delapan pagi dan selesai sekitar pukul lima sore, diisi oleh pembicara Ustadz KH. Abdullah Gymnastiar, Ustadz Mulyadi AF, Ustadz Adi Hidayat Lc dan Ustadzah Erika Suryani Dewi.

Adapun materi yang disampaikan antara lain Rindu Rosul, Manasik Umroh, Esensi Umroh, Kajian Tauhid, Teknis Penjelasan, Fiqih Muslimah, Praktek Ihrom dan Praktek Umroh. Alhamdulillah meskipun terlihat capek anak saya yang besar dan kecil mengikuti Manasik Umroh ini sampai selesai. Berikut saya sarikan materi Manasik Umroh dimaksud, semoga bermanfaat.

Ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat Lc

Umroh dilihat dari segi bahasa artinya "Meramaikan", yaitu meramaikan dengan ibadah tertentu di Masjidil Haram dan tempat-tempat tertentu yaitu Ka'bah, Maqom Ibrahim dan Sofa Marwah yang berada di Tanah Suci Makkah.

Ceramah oleh Ustadz KH. Abdullah Gymnastiar

Keutamaan ibadah umroh yaitu
  • Diampuni seluruh dosanya
  • Mendapat ganjaran surga
  • Biaya yang dikeluarkan sama dengan fisabilillah
  • Mendapat pahala jihad
  • Bila meninggal termasuk mati sahid
  • Diterima doánya untuk dirinya dan orang lain.

Syarat Umroh adalah ketentuan yang apabila tidak dipenuhi salah satunya, menggugurkan kewajiban umrohnya, yaitu Islam, Baligh, Merdeka, Berakal Sehat dan Istithaáh (mampu fisik, harta, ilmu).

Istirahat Sholat dan Makan Siang

Rukun  Umroh ialah ketentuan yang apabila tidak terpenuhi maka umrohnya tidak sah. Ada 5 Rukun Umroh yaitu 
  1. Ihram (niat umroh) - berpakaian Ihrom dan ber-niat.
  2. Thawaf - mengelilingi kabah 7 putaran
  3. Saí - jalan atau lari kecil Shofa - Marwah
  4. Tahalul - memotong rambut 
  5. Tertib.

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Peserta Manasik Umroh MQ Travel

Wajib Umroh yaitu ketentuan yang apabila dilanggar maka umrohnya tetap sah tetapi diwajibkan membayar DAM (Denda) : ihram (niat Ihram dari Miqat/ di tempat Miqat), meninggalkan yang dilarang dalam ihram dan melaksakan Thawaf Wada.

Praktek Mengenakan Kain Ihrom oleh Ustadz Mulyadi AF

Miqot ada dua jenis yaitu Miqot Makani dan Miqot Zamani. Miqot Makani adalah batas tempat untuk memulai ber-ihram yaitu Bir Ali, Zuhfah, Yalamlam, Qornul Manazil dan Dzatu Irqin. Sedangkan Miqot Zamani yaitu tempat Miqot bagi penduduk Kota Makkah semisal Taním & Ji'ronah, Hudabiyah dan Robigh.

Praktek Menggunakan Kain Ihrom

Aktifitas di tempat Miqot :
  1. Mandi besar untuk ber-ihram
  2. Memakai pakaian ihram
  3. Memakai wewangian
  4. Sholat sunnah ihram/sholat sunnah syukrul wudhu/sholat sunnah tahiyatul masjid
  5. Mengucapkan niat (Labbaik Allahuma Umrotan)
  6. Membaca doá setelah niat
  7. Memperbanyak Talbiah, Sholat dan Doá.

Pakaian Ihrom untuk laki-laki memakai 2 helai kain yang tidak berjahit, 1 helai dipakai dengan cara disarungkan, satu helai lagi diselendangkan dengan sebelah kiri menutupi bahu dan sebelah kanan di bawah ketiak. Sedangkan perempuan memakai pakaian yang menutupi seluruh badannya (aurat) kecuali muka dan dua telapak tangannya.

Larangan selama Ihrom baik untuk laki-laki dan perempuan :
  1. Memakai wangi-wangian
  2. Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu, mengelupas kulit
  3. Memburu, menganiaya/membunuh binatang
  4. Memotong tumbuhan di tanah haram
  5. Menikah/meminang, menikahkan
  6. Bercumbu atau bersetubuh
  7. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor

Larangan selama Ihrom khusus untuk laki-laki adalah menutup kepala, memakai pakaian biasa dan memakai sepatu/menutup tumit. Sedangkan untuk perempuan adalah menutup muka dan berkaos tangan.

Praktek Thawaf Mengelilingi Ka'bah

Tertib pelaksnaan Thawaf :
  1. Membaca doá masuk Masjidil Haram (Pintu Babusalam jika memungkinkan)
  2. Membaca doá melihat Ka'bah
  3. Memulai thawah sebanyak tujuh putaran dimulai dari sujud hajar aswad dan mengecup tangan (istilam)
  4. Istilam di setiap sudut rukun yamani (tanpa dikecup)
  5. Selesai Thawaf menghadap pojok Hajar Aswad lalu mengecup tangan
  6. Berdoá di multazam
  7. Sholat sunnah Ba'da Thawah searah dengan maqom Ibrahim (jika memungkinkan)
  8. Meminum air zamzam sambil berdiri dan menghadap Ka'bah dan berdoa
  9. Shalat sunnah Hijir Ismail jika memungkinkan.

Yang membatalkan Thawaf adalah batal wudhu, terlihat aurat, membelakangi Ka'bah atau Ka'bah ada di sebelah kanan, berniat membatalkan thawaf, memulai dan mengakhiri tidak di pojok hajar aswad dan masuk ke dalam hijir ismail. Jika melanggar salah satu ketentuan tersebut maka yang batal hanya putaran itu saja.

Tata cara Saí diatur sebagai berikut :
  1. Membaca doá ketika mendaki bukit Shofa.
  2. Berdoá di bukit Shofa menghadap Kiblat.
  3. Melaksanakan perjalanan pertama (dari Shofa menuju Marwah sambil berdoá)
  4. Berdoá diantara dua pilar hijau sambil lari-lari (bagi laki-laki)
  5. Berdoá mendaki bukit Marwah
  6. Melaksanakan perjalanan kedua (dari Marwah menuju Shofa)
  7. Berdoá diantara dua pilar hijau sambil lari-lari kecil (bagi laki-laki)
  8. Berdoá mendaki bukit Shofa.
  9. Melaksanakan perjalanan ketiga sampai ketujuh dengan ketentuan sebagaimana perjalanan pertama dan kedua.
  10. Membaca doá selesai Saí di bukit Marwah.

Setelah selai Saí dilanjutkan dengan Tahallul dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Mencukur/menggunting rambut minimal 3 helai.
  2. Boleh menggunting rambut orang lain dengan syarat dirinya sendiri harus sudah menggunting dan tidak boleh apabila bukan mahrom.
  3. Bagi wanita saat menggunting rambut tidak boleh kelihatan orang lain atau non mahrom.

"Diantara satu Umroh dengan Umroh berikutnya adalah penghapusan dosa antara keduanya, sementara Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga."(H.R Bukhari dan Muslim).


Comments