Legenda Siluman Ular Putih dan West Lake Hangzhou China


Sewaktu mengikuti Entrepreneurship Training di Alibaba Business School Hangzhou China, saya sempatkan untuk mampir ke Danau Barat atau West Lake yang sangat terkenal di China bahkan di di dunia. Belum ke Hangzhou kalau tidak mapir ke West Lake.

West Lake adalah danau buatan yang telah ada sejak 1000 tahun lalu, juga dikenal dengan nama danau Xi Hu, dipercayai oleh masyarakat setempat bahwa danau Xi Hu terbentuk karena kisah cinta tragis antara ular putih dan manusia.

Kapal untuk berkeliling danau

Kisah cinta tragis itu bermula ketika seekor ular putih berjelma sebagai wanita cantik bernama Bai Suzhen. Siluman ular putih itu bertemu seorang lelaki bernama Xu Xian dan saling jatuh cinta. Kehidupan bahagia pasangan kekasih itu terusik oleh kehadiran biksu Fahai yang mengetahui siapa sebenarnya Bai Suzhen.

Dengan muslihatnya, Fahai membujuk Xu Xian untuk memberikan anggur xionghuang kepada istrinya. Xu Xian dengan mudah menuruti sang biksu dan meminta Bai Suzhen meminum anggur. Sesaat setelah air memasuki kerongkongan, Bai Suzhen menjelma ular putih raksasa yang mengagetkan Xu Xian sampai ia meregang nyawa.

Di tepi danau yang bersih

Si ular putih yang tidak menyerah, mencari obat keabadian dengan berkelana. Hasilnya Xu Xian bisa hidup kembali dan tetap menerimanya sebagai istri. Sayangnya, Fahai yang tak puas terus mencari cara untuk menghancurkan si ular putih.

Pagoda Leifeng menjadi saksi bisu bagaimana kekejaman Biksu Fahai. Pada awalnya Fahai tidak pernah menang melawan si ular putih yang hidupnya abadi. Karena itu, Fahai menunggu Bai Suzhen hamil besar dan baru menyerangnya. Alhasil, meski dibantu sahabatnya si ular hijau, Bai Suzhen tetap kalah.

Di seputaran Pagoda Leifeng

Xu Xian yang seorang manusia biasa tidak bisa menghadapi Fahai. Ia hanya berhasil menyelamatkan anaknya dan terpaksa membiarkan Bai Suzhen dikurung di dasar Pagoda Leifeng.

Dua puluh tahun kemudian, si ular hijau yang telah selesai bertapa berhasil mengalahkan Fahai. Namun tidak bisa melepaskan Bai Suzhen dari dasar pagoda. Saat itulah anak ular putih yang sudah dewasa dan baru mengetahui identitas ibunya turut bertindak.

Ia bersaksi di depan pagoda untuk mengorbankan dirinya dengan meminta kebebasan sang ibu. Para dewa yang menerima ketulusan anak ular putih pun lantas menghancurkan pagoda dan membebaskan Bai Suzhen.

West Lake yang memiliki luas 5,6 Km2 tersebut sangat ramai dikunjungi wisatawan. Ketika saya datang ke sana, suasana penuh sesak terutama di area seputaran Pagoda Leifing.



Saya naik Odong-odong berkeliling danau sepanjang kurang lebih 15 km. Biaya 60 RMB atau sekitar 125 ribu rupiah. Pemandangan cukup indah di sepuataran danau, bersih dan juga kita bisa melihat pemandangan Kota Hangzhou dengan gedung-gedung pencakar langitnya.


Comments