Sunday, July 5, 2009

Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah Melalui Jabal Tsur

Nabi Muhammad Bersembunyi di Jabal Tsur Sebelum Hijrah ke MadinahSetelah turun dari Bis di pinggir jalan menuju Jabal Tsur, banyak yang menawarkan jasa untuk naik Onta. Tarifnya sekitar 10 real. Saya dan istri sempat mencoba naik onta tersebut. Kemudian saya menuju lokasi tempat untuk melihat Jabal Tsur.

Jabal Tsur adalah gunung tertinggi yang terletak sekitar 5 km dari kota Mekah. Menjadi sangat terkenal karena di Gua yang terdapat di puncak gunung inilah Rasulullah dan sahabtanya Abu Bakar bersembunyi sewaktu dikejar oleh kaum kafir Quraisy. Peristiwa ini terjadi pada tahun 622 M sewaktu Rasul akan hijrah ke Madinah.

Karena terus mendapat gangguan dari Kaum Quraisy akhirnya Rasulullah memutuskan untuk pindah atau hijrah ke Madinah. Dari kota Madinah penyebaran agama Islam diharapkan dapat lebih mulus dilaksanakan karena mendapat dukungan kaum Ansar. Tetapi niat hijrah itupun masih dihalang-halangi oleh kaum kafir yang senantiasa berniat membunuh Nabi sehingga sewaktu hendak hijrah pun Rasulullah terpaksa bersembunyi dulu di dalam salah satu gua di Gunung Sur itu.

Sewaktu orang kafir Mekah sampai ke pintu gua tersebut dengan mukjizat dari Allah SWT, mereka mendapatkan gua tersebut tertutup oleh sarang laba-laba dan ada burung merpati sedang bertelur di lubang masuknya. Orang-orang kafir Mekah tertipu dan membatalkan niatnya memasuki gua tersebut.

Unta di Jabal Tsur
Mereka berkesimpulan, tak mungkin ada orang yang baru masuk ke dalam gua itu. Pengejaran dihentikan dan mereka pun kembali ke Mekah. Padahal Nabi dan Abu Bakar memang sedang berada dalam gua tersebut.

Bersembunyi selama tiga hari. Asma, anak Abu Bakar, adalah penolong yang secara diam-diam datang berulang kali mengantarkan makanan dan kebutuhan lainnya. Setelah merasa aman barulah Rasulullah meneruskan perjalan hijrah. Read More..

Thursday, June 25, 2009

Ibadah Sa'i dari Bukit Safa ke Bukit Marwah

Sehabis melakukan Tawaf, pagi itu sebelum shubuh, saya dan rombongan langsung melakukan ibadah Sa'i. Dan alhamdulillah sebelum subuh saya sudah selesai melaksanakannya.

Ibadah Sa'i merupakan salah satu rukun haji dan umroh yang dilakukan dengan berjalan kaki bolak-balik 7x dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Kedua bukit sekarang sudah dihubungkan oleh bangunan panjang berlantai dua. Dengan lebar 20 meter, jalur sa'i tersebut dibagi atas empat jalur, masing-masing dua jalur untuk pejalan kaki dan dua jalur untuk orang-orang sakit yang harus di dorong dengan kursi roda.

Perjalanan Sa'i ini tidaklah terlalu melelahkan karena adanya fasilitas AC dan kipas angin yang terus menerus menghembuskan angin dingin. Seandainya tidak kuat, kita dapat berisitirahat sebentar di pinggir jalur, sambil minum air Zam-zam yang tersedia di banyak tempat di sepanjang jalur Sa'i.

Pada tempat yang ditandai ditandai pilar hijau (neon hijau), jama'ah pri disunatkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan wanita berjalan cepat. Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwuduk. Juga oleh wanita yang lagi datang haid atau nifas.

Jarak perjalanan Sa'i untuk satu kali jalan adalah 405 meter. Jadi tujuh kali perjalanan antara kedua bukit ini berarti sejauh 7 x 2 (bolak balik) x 405 m = 2.835 meter.

Karena pelaksanaan ibadah Sa'i meruapakan ibadah yang menapak tilas pengalaman serta penderitaan yang di alami oleh Siti Hajar, maka untuk lebih khidmat dan khusuk pelaksanaannya, maka para jama'ah dianjurkan membayangkan derita dan kesulitan yang dialami oleh Siti Hajar ketika mencarikan air untuk anaknya Ismail yang ditinggal sang ayah Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah.

Riwayatnya, Mekah menjadi kosong setelah peristiwa banjir di zaman Nabi Nuh. Bangunan Ka'bah hanya berupa gundukan batu bundar tanpa ada seorangpun yang merawatnya. Pada saat seperti itulah Allah menghendaki Ibrahin AS yang tinggal di Kanaan (Palestina) pergi jauh melintasi gunung pasir yang panas dan gerasang membawa istri (Siti Hajar) dan bayi-nya (Ismail) ke daerah padan pasir nan jauh, yaitu di wilayah bernama Hijaz.Belakangan diketahui, di Hijaz itulah letak Baitullah, yang rusak karena banjir bah semasa Nabi Nuh.

Setelah tiba di tempat sesuai perintah Allah itu, Nabi Ibrahim segera bergegas kembali ke Palestina dan tanpa berkata apa-apa ditinggalkannya istri dan anaknya itu. Namun dengan cepat Siti Hajar bertanya:
"Apakah Allah menyuruh agar kau lakukan ini?"
"Ya" jawab Ibrahim
"Kalu begitu, Allah pasti tidak menyia-nyiakan kami" sahut Siti Hajar.

Setelah sampai di perbatasan Ibrahim AS tidak mampu menahan gejolak perasaannya yang tentu saja sangat cemas dan gundah terhadap istri serta anak yang baru lahir sebagai hasil suatu penantian yang panjang. Beliau berhenti dan menghadap ke arah Ka'bah dan seraya mengangkat kedua tangannya lalu berdo'a (QS Ibrahim: 37).

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Aku telah menemptakan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat Rumah Suci-Mu itu. Aku berbuat demikian ya Tuhan kami, demi untuk memungkinkan mereka mendirikan sholat. Karena itu, jadikanlah hati sebagaian manusia gandrung mencintainya. Dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur."





Sementara itu diriwayatkan bahwa setelah perbekalan makan dan minum habis. Siti Hajar yang bingung berusaha mencari bantuan dengan berlari ke atas bukit Safa dan Marwah mengharap ada orang atau musafir yang melintas di gurun sekitar.

Dari bukit Safa ia berjalan setengah berlari menuju bukit Marwah begitu terus berjalan bolak-balik anatar kedua bukit ia lakukan sampai tujuh kali. Akhirnya setelah menaiki Marwah keempat kalinya Beliau merasakan bahwa usahanya sudah optimal, lalu kembalilah Beliau ke tempat anaknya dengan putus asa. Pada saat kehabisan harapan itulah serta merta datang malaikat Jibril. Melalui kaki Ismail, jibril menghentak tanah sehingga keluarlah air Zam-zam. Dengan air Zam-zam yang mempunyai hadis dan keajaiban itu, mereka dapat hidup berhari-hari. Malah ada yang berpendapat berbulan-bulan.

Peristiwa bolak-balik antara Safa dan Marwah inilah yang diabadikan oleh umat Islam sebagai prosesi Sa'i yang termasuk dalam rangkaian Ibadah Haji dan Umrah. Kemudian lokasi kedua tempat ini disebut Mas'a (tempat Sa'i).
Read More..

Sunday, June 21, 2009

Jembatan Suramadu - Jembatan Terpanjang di Indonesia

Jembatan SuramaduPagi itu, dengan mengendarai mobil saya bersama keluarga berencana melihat secara langsung Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Dari Surabaya, saya melewati Jalan Kapasan kemudian menuju Jalan Kenjeran, selanjutnya masuk ke jalan akses Toll ke Jembatan Suramadu. Jalan akses menuju Jembatan Suramadu cukup bagus dan lebar.

Meskipun telah dikenakan tarif toll untuk mobil roda empat sebesar Rp. 30.000;, antrian tetap terjadi walaupun tidak sebanyak sewaktu tarif gratis pada masa uji coba. Kurang lebih selama 15 menit saya antri sampai ke gerbang toll di sisi Surabaya, setelah melewati gerbang toll, sudah tidak ada lagi antrian, jalan sangat lancar. Sebelum masuk bentang tengah jembatan, saya menghentikan mobil di bahu jalan, banyak juga mobil berhenti di sini dan menikmati pemandangan laut serta kokohnya jembatan ini.


Gerbang Toll Jembatan Suramadu Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal). Jembatan Suramadu dengan panjang 5.438 meter tersebut terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan Suramadu Bentang Tengah
Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.


Madura dari Jembatan Suramadu
Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.



Sesampai di sisi Madura, saya sempatkan untuk berhenti dan menikmati es kelapa muda, sebelum balik lagi ke Surabaya. Memang banyak pedagang kaki lima dadakan di sisi Madura, rata-rata menjual minuman. Tukang parkir juga mendapat berkah.

Read More..
.
.